Kenapa takaran tepung tidak bisa dikira-kira? Banyak yang masih mengandalkan feeling saat menakar tepung. Padahal dalam baking, takaran tepung tidak bisa dikira-kira karena berpengaruh langsung pada tekstur, rasa, dan bentuk akhir kue atau roti.
Pertama, tepung adalah fondasi struktur adonan. Jika terlalu banyak, adonan menjadi kering, keras, bahkan bantat karena gluten terbentuk berlebihan. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, adonan terlalu lembek dan sulit mengembang sempurna. Hasilnya bisa melebar, retak, atau tidak matang merata.
Baca Juga: Kenapa Grissini Jadi Camilan Terbaik untuk Tim Manis & Tim Asin?
Kedua, volume tidak selalu sama dengan berat. Satu gelas tepung bisa memiliki berat berbeda tergantung cara mengambilnya, apakah ditekan, diayak, atau langsung disendok. Itulah sebabnya resep profesional selalu menggunakan gram, bukan sekadar “secukupnya”.
Ketiga, keseimbangan bahan lain ikut terpengaruh. Ragi, baking powder, telur, gula, dan cairan bekerja berdasarkan perbandingan yang tepat. Ketika takaran tepung meleset, reaksi kimia dalam adonan ikut berubah. Akibatnya, kue bisa gagal mengembang atau teksturnya padat.
Keempat, konsistensi hasil sulit dicapai tanpa takaran akurat. Jika hari ini berhasil dan besok gagal, sering kali penyebabnya ada pada takaran tepung yang tidak presisi.
Jadi, kalau ingin hasil baking empuk, lembut, dan konsisten setiap kali membuatnya, gunakan timbangan dapur. Dalam dunia baking, ketepatan takaran tepung bukan sekadar detail kecil, tapi penentu sukses atau tidaknya resep.




